Senin, 09 November 2015

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMEPENGARUHI PERILAKU IBU DALAM MEMBERIKAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI


Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak ia terpajan pada antigen yang serupa tidak terjadi penyakit (Siregar & Matondang, 2005). Imunisasi dapat mencegah penyakit menular  dan upaya dalam menjaga kesehatan masyarakat. Program imunisasi merupakan cara terbaik yang telah menunjukkan keberhasilan yang luar biasa dan merupakan usaha yang sangat menghemat biaya dalam mencegah penyakit menular dan juga telah berhasil menyelamatkan begitu banyak kehidupan dibandingkan dengan upaya kesehatan masyarakat lainnya. Bayi dibawah lima tahun adalah kelompok yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih rentan terhadap berbagai penyakit (Probowo, 2012). Untuk itu bayi dibawah lima tahun wajib memperoleh imunisasi dasar  lengkap untuk upaya pencegahan penyakit. Namun pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi dipengaruhi oleh perilaku Ibu. Beberapa penelitian menemukan bahwa kepercayaan dan perilaku kesehatan ibu mempunyai peranan yang sangat besar dalam program imunisasi dasar. Perilaku kesehatan tersebut merupakan suatu respon yang ditunjukkan ibu terhadap rangsangan yang berasal dari luar maupun dari dalam diri ibu itu sendiri dan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor (Notoadmojo, 2012).
Factor – factor yang mempengaruhi perilaku ibu terhadap pemberian imunisasi antara lain :
1.      Umur
Ibu yang berumur <30 tahun memberikan perhatian lebih terhadap anaknya karena ibu yang berumur <30 tahun baru memiliki anak sehingga kekhawatiran lebih besarsedangkan ibu berumur ≥30 tahun memiliki perhatian yang kurang karena adanya pengalaman yang telah alami sebelumnya.
2.      Pekerjaan
Hubungan signifikan antara pekerjaan ibu dengan pemberian imunisasi.  Ibu yang tidak bekerja memiliki banyak waktu luang untuk membawa anaknya ke pelayanan kesehatan memperoleh imunisasi, sedangkan ibu yang bekerja memiliki waktu yang sedikit serta perhatian yang terbagi antara anak dan pekerjaan.
3.      Pendidikan dan pengetahuan
pendidikan dan pengetahuan memiliki hubungan bermakna dengan pemberian imunisasi. Hal ini karena ibu yang memiliki pendidikan dan pengetahuan tinggi memiliki inisiatif dan usaha melakukan upaya-upaya yang berkaitan dengan pemberian imunisasi dasar lengkap serta memiliki pola pikir yang lebih terbuka dan mudah menerima ide baru.
4.      Sikap
hubungan antara sikap ibu dengan peran serta ibu membawa anaknya untuk imunisasi.  Ibu yang memiliki sikap positif akan berperilaku positif karena memahami pentingnya imunisasi sehingga akan berperan serta dalam membawa anaknya untuk mendapatkan imunisasi.
Keberhasilan imunisasi sangat dipengaruhi oleh kerjasama atau dukungan dari orangtua bayi. Persepsi orang tua  terhadap imunisasi berbeda-beda, ada yang menerima dan ada juga yang menolak atau tidak menerima. Jika seseorang sudah mempunyai persepsi menerima tentang adanya imunisasi untuk bayinya maka akan timbul perilaku dalam diri orangtua untuk mengimunisasikan bayinya.


Daftar Pustaka:
 Atika Putri Dewi, Eryati Darwin, Edison. (2014). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dengan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap pada Bayi di Kelurahan Parupuk Tabing Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang Tahun 2013. Jurnal kesehatan andalas. 3(2). 114-118
 Indah Puji Astuti, Fitriani Nur Damayanti, Dian Nintyasari Mustika. (2014). HUBUNGAN PERSEPSI DAN PERILAKU IBU TERHADAP IMUNISASI TAMBAHAN PADA BAYI (USIA 2 BULAN-12 BULAN) DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA. Jurnal ilmiah kebidanan. 5(2). 51-59
Adzaniyah Isyani Rahmawati , Chatarina Umbul W. (2014). FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR DI KELURAHAN KREMBANGAN UTARA.jurnal berkala epidemiologi. 2(1). 59-70
 Dian Ayubi, (2009). FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR DI KELURAHAN KREMBANGAN UTARA. Jurnal pembangunan manusia. 7(1). 1-8
Sisfiani Sarimin, Amatus Yudi Ismanto, Rianty Worang. (2014). Analisi Faktor0faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Ibu dalam pemberian Imunisasi dasar pada balita di Desa Traitak Satu Kecamatan Langowan Utara Wilayah Kerja Puskesmas Walantakan. Diakses pada 15 september 2015 dari : file:///C:/Users/USER%20PC/Downloads/5223-10102-1-SM%20(1).pdf

Senin, 02 November 2015

pola hidup sehat

Setiap orang pasti menginginkan sehat fisik, mental dan sosial. Diera globalisasi yang semakin canggih ini sering kali kita menggunakan segala sesuatunya secara instan. Salah satu hal tersebutlah yang kurang kita sadari dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

 

Tahukan anda apa itu sehat ?

Badan Kesehatan Dunia/ World Health Organization (WHO), sehat adalah keadaan sejahtera secara fisik, mental dan sosial bukan hanya sekedar tidak adanya penyakit maupun cacat. 

Apa yang dimaksud gaya hidup sehat?

Gaya hidup sehat adalah suatu gaya hidup yang memperhatikan faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi kesehatan misalnya, makanan, olahraga, dan kebiasaan.

Bagaimakah pola hidup sehat itu ?

berikut cara-cara hidup sehat antara lain :
1. perilaku tidak merokok
2. pola makan sehat dan seimbang
3. aktivitas fisik yang teratur
4. sikap (attitude)
5. pengetahuan (knowledge)

Kata Pengantar


Alhamdulilah puji syukur atas kehadirat Allah SWT sholawat serta salam saya haturkan kepada Nabi Muhammad SAW dan tak lupa penulis ucapkan terimakasih atas dukungan, doa serta bantuannya kepada kedua orang tua penulis dan teman-teman penulis yang sudah membantu dalam pembuatan blog ini. Blog ini berisi tentang dunia keperawatan dan kesehatan. Meskipun blog ini belum sempurna mudah-mudahan dapat membantu dan memberi wawasan yang lebih seputar keperawatan dan kesehatan bagi pembaca semoga blog ini  dapat bermanfaat bagi penulis serta pembaca. penulis menyadari jika banyak sekali kekurangan dalam dalam blog ini, untuk itu penulis membutuhkan kritik dan saran dari pembaca untuk kemajuan blog ini.

2 November 2015

Penulis
.